Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan. Di saat Shin Tae-yong sedang fokus mempersiapkan Persija Jakarta menghadapi Piala Presiden 2026, namanya justru kembali menjadi perbincangan di negara asalnya.


Media Korea Selatan, Yonhap News TV, melaporkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.


Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai bentuk hukuman yang diterima Shin Tae-yong maupun berapa lama sanksi tersebut akan berlaku. Menurut laporan itu, kasus ini berkaitan dengan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang pemain ketika Shin Tae-yong masih menangani Ulsan HD pada 2025.


Nama pemain yang menjadi korban memang tidak disebutkan secara resmi. Namun, Yonhap menyoroti kembali video yang sempat viral saat Shin Tae-yong terlihat menampar pipi bek Ulsan, Jeong Seung-hyeon, dalam sebuah acara perkenalan tim.


Insiden tersebut sempat memicu perdebatan di Korea Selatan. Sebagian pihak menganggapnya sebagai candaan atau bentuk keakraban, sementara yang lain menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pelatih profesional.


Kontroversi itu semakin membesar setelah performa Ulsan HD terus menurun. Klub yang sebelumnya menjadi salah satu kekuatan utama di Korea Selatan bahkan sempat berada dalam ancaman degradasi.


Tak lama kemudian, Shin Tae-yong diberhentikan dari jabatannya hanya sekitar dua bulan setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala. Kini, hampir setahun setelah kejadian tersebut, Komite Disiplin KFA akhirnya mengambil keputusan.


Menurut pejabat KFA yang dikutip Yonhap, Shin Tae-yong telah dijatuhi sanksi setelah sidang disiplin selesai dilaksanakan. Dalam regulasi KFA, hukuman disiplin dapat berupa skorsing, pembekuan hak sebagai anggota asosiasi, larangan menjalankan aktivitas sepak bola dalam lingkup KFA, hingga pencabutan keanggotaan.


Namun, hingga saat ini belum dipastikan hukuman mana yang benar-benar dijatuhkan kepada Shin Tae-yong. Kabar ini tentu menarik perhatian publik Indonesia, mengingat Shin Tae-yong baru saja memulai babak baru dalam kariernya bersama Persija Jakarta.


Pelatih berusia 56 tahun itu resmi dikontrak Macan Kemayoran pada Juni 2026 dengan durasi kerja sama selama tiga musim. Saat ini, fokus utamanya adalah mempersiapkan Persija menghadapi Piala Presiden 2026, di mana mereka akan bersaing di Grup B bersama Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan juara bertahan Port FC.


Meski isu ini ramai diperbincangkan, sejauh ini belum ada indikasi bahwa sanksi dari KFA akan memengaruhi status Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija. Klub ibu kota itu juga belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan yang beredar di Korea Selatan.


Kini publik menunggu kejelasan dari KFA mengenai bentuk hukuman yang dijatuhkan. Sampai ada penjelasan resmi, spekulasi soal dampaknya terhadap karier Shin Tae-yong di Persija masih terlalu dini untuk disimpulkan.


Yang jelas, di tengah persiapan menyambut musim baru, Shin Tae-yong kembali harus menghadapi sorotan besarβ€”kali ini bukan karena taktik di lapangan, melainkan persoalan yang berasal dari masa lalunya di Korea Selatan.