Jepang kembali menunjukkan bagaimana mereka membangun sepak bola dengan perencanaan yang matang. Alih-alih menunggu hasil buruk atau memecat pelatih secara mendadak, Samurai Blue justru sudah menyiapkan regenerasi dari sekarang.
Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) resmi mengumumkan bahwa Go Oiwa akan menjadi pelatih baru Timnas Jepang setelah berakhirnya Piala Asia 2027. Artinya, Hajime Moriyasu masih akan memimpin Samurai Blue di turnamen terbesar Asia tersebut sebelum secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepada penerusnya.
Keputusan ini menunjukkan satu hal yang sering membuat Jepang selangkah lebih maju dibanding banyak negara Asia lainnya: mereka selalu memiliki rencana jangka panjang. Moriyasu sendiri bukan sosok sembarangan. Sejak dipercaya menangani Timnas Jepang pada 2018, ia berhasil membawa negaranya tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Asia.
Terbaru, Jepang mampu melangkah hingga babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebelum langkah mereka dihentikan Brasil lewat gol dramatis pada masa injury time. Meski gagal melangkah lebih jauh, JFA tampaknya tetap memberikan penghormatan kepada Moriyasu dengan membiarkannya menyelesaikan proyek terakhirnya di Piala Asia 2027.
Turnamen tersebut sekaligus akan menjadi penutup perjalanan hampir satu dekade Moriyasu bersama tim nasional. Tongkat estafet kemudian akan berpindah ke tangan Go Oiwa, mantan pemain Timnas Jepang yang kini berusia 54 tahun.
Nama Oiwa sebenarnya sudah tidak asing dalam proyek pembinaan sepak bola Jepang. Saat ini ia masih menjabat sebagai pelatih Timnas Jepang U-21 dan akan tetap melanjutkan tugas tersebut untuk mempersiapkan tim menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Artinya, Oiwa akan menjalankan peran ganda, menangani tim senior sekaligus menjaga kesinambungan regenerasi pemain muda.
Strategi seperti ini bukan hal baru bagi Jepang. Mereka dikenal konsisten menghubungkan tim kelompok umur dengan tim senior agar proses transisi pemain berjalan lebih mulus.
Sementara itu, Moriyasu masih memiliki satu misi yang belum selesai. Pada Piala Asia 2019, ia sukses membawa Jepang hingga final sebelum kalah dari Qatar. Empat tahun kemudian, Samurai Blue kembali gagal memenuhi ekspektasi setelah disingkirkan Iran di babak perempat final.
Kini, Piala Asia 2027 menjadi kesempatan terakhir Moriyasu mempersembahkan trofi bagi Jepang sebelum mengakhiri masa kepelatihannya. Menariknya, perjalanan Jepang di turnamen tersebut akan langsung menghadirkan laga yang dinanti publik Indonesia.
Samurai Blue tergabung di Grup F dan dijadwalkan menghadapi Timnas Indonesia pada pertandingan pertama, 11 Januari 2027. Duel tersebut bukan hanya menjadi ujian bagi skuad Garuda, tetapi juga akan menjadi awal dari turnamen terakhir Hajime Moriyasu sebagai pelatih Jepang.
Satu hal yang patut diapresiasi dari keputusan ini adalah keberanian Jepang menyusun masa depan jauh sebelum perubahan benar-benar diperlukan. Di saat banyak negara baru mencari pelatih setelah gagal di sebuah turnamen, Jepang justru sudah menentukan siapa yang akan memimpin mereka hingga Piala Dunia 2030.
Dan sekali lagi, Samurai Blue memberi contoh bahwa kesuksesan sepak bola tidak dibangun dengan keputusan yang terburu-buru, melainkan dengan perencanaan yang matang.
Komentar