Nasib Emil Audero di bursa transfer musim panas kembali menjadi sorotan. Setelah menjalani musim yang impresif bersama Cremonese, kiper Timnas Indonesia itu justru belum mendapat kepastian mengenai masa depannya bersama Como 1907.
Di atas kertas, Audero masih terikat kontrak hingga 2028. Namun realitasnya tidak semudah itu. Persaingan di posisi penjaga gawang membuat peluangnya menjadi pilihan utama musim depan terlihat semakin kecil.
Como saat ini masih memiliki Jean Butez sebagai kiper utama, ditambah Noel Tornqvist dan Mauro Vigorito yang juga masuk dalam rencana tim. Situasi tersebut membuat nama Audero kembali ramai dikaitkan dengan pintu keluar.
Salah satu klub yang dikabarkan serius memantau situasinya adalah Sampdoria. Klub yang kini bermain di Serie B itu ingin memulangkan mantan penjaga gawang andalannya.
Bagi Audero, Sampdoria bukan sekadar mantan klub. Di sanalah ia menikmati salah satu periode terbaik dalam kariernya.
Selama lima musim membela Blucerchiati, Audero tampil dalam 169 pertandingan, mencatatkan 37 clean sheet, bahkan sempat dipercaya mengenakan ban kapten sebelum akhirnya meninggalkan klub usai degradasi pada 2023.
Tak heran jika banyak pendukung Sampdoria berharap reuni tersebut benar-benar terjadi.
Sayangnya, keinginan itu tampaknya masih sulit terwujud.
Menurut laporan media Italia, negosiasi berjalan cukup alot karena besarnya gaji Audero. Sampdoria yang kini bermain di kasta kedua tentu harus berhitung matang sebelum mendatangkan pemain dengan beban finansial sebesar itu.
Jika tidak menemukan solusi, peluang transfer ini bisa gagal meski kedua belah pihak sama-sama memiliki hubungan yang baik.
Sampdoria bahkan dikabarkan sudah menyiapkan beberapa opsi cadangan. Nama Simone Scuffet dan Mirko Pigliacelli mulai masuk dalam daftar incaran apabila transfer Audero benar-benar menemui jalan buntu.
Padahal jika melihat performanya musim lalu, Audero layak mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.
Bersama Cremonese pada musim 2025/2026, ia tampil dalam 34 pertandingan Serie A, mencatatkan 11 clean sheet, dan melakukan 123 penyelamatan—jumlah terbanyak di seluruh kompetisi musim tersebut.
Statistik itu membuktikan bahwa kualitas Audero masih berada di level elite. Meski Cremonese harus terdegradasi, performa individunya tetap mendapat banyak pujian.
Bagi Timnas Indonesia, situasi ini tentu juga menjadi perhatian. Bermain secara reguler di level klub akan sangat penting bagi Audero untuk menjaga performanya bersama skuad Garuda dalam berbagai agenda internasional mendatang.
Kini keputusan ada di tangan Como dan Sampdoria. Apakah kedua klub mampu menemukan jalan tengah soal nilai kontrak, atau justru Audero akan bertahan dan mencoba memperebutkan tempat utama di Como?
Yang jelas, dengan performa yang ia tunjukkan musim lalu, Emil Audero pantas bermain sebagai kiper utama—bukan hanya menjadi pelapis di bangku cadangan.
Komentar