Piala Dunia 2026 memang sudah berakhir, tetapi kontroversinya ternyata belum selesai.
Di tengah euforia Spanyol yang sukses mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya, muncul laporan yang membuat publik sepak bola kembali bertanya-tanya. Dua pertandingan La Roja kini masuk dalam daftar laga yang mendapat "yellow alert" atau peringatan karena adanya aktivitas taruhan yang dianggap tidak biasa.
Perlu digarisbawahi, peringatan ini bukan berarti pertandingan tersebut terbukti diatur. Justru, FIFA menegaskan bahwa hingga saat ini mereka tidak menemukan bukti adanya manipulasi pertandingan selama Piala Dunia 2026.
Menurut laporan The Athletic, dua laga Spanyol termasuk dalam tujuh pertandingan yang ditandai oleh sistem pemantauan integritas karena muncul sejumlah indikator yang dianggap tidak lazim di pasar taruhan.
Sementara itu, FIFA melalui Satuan Tugas Integritas menyatakan seluruh pertandingan telah dipantau secara ketat dan tidak ditemukan aktivitas yang mengarah pada pengaturan skor maupun manipulasi hasil pertandingan.
Lalu, mengapa dua laga Spanyol tetap masuk dalam laporan?
Hasil Imbang Kontra Tanjung Verde Jadi Sorotan
Pertandingan pertama yang menarik perhatian adalah laga pembuka fase grup saat Spanyol bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang turnamen. Sebelum pertandingan dimulai, banyak pihak memperkirakan Spanyol akan menang dengan mudah.
Namun kenyataannya berbeda. Menurut laporan tersebut, platform prediksi berbasis kripto Polymarket mencatat nilai taruhan sekitar $4,8 juta untuk skenario Spanyol gagal meraih kemenangan.
Ketika hasil imbang benar-benar terjadi, sistem pemantauan memasukkan pertandingan tersebut sebagai salah satu laga yang layak mendapat perhatian lebih. Menariknya, itu juga menjadi satu-satunya pertandingan di Piala Dunia 2026 ketika Spanyol gagal mencetak gol.
VAR Lawan Arab Saudi Ikut Masuk Laporan
Pertandingan kedua yang disorot adalah kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi. Bukan hasil akhirnya yang dipermasalahkan, melainkan proses VAR yang berlangsung sekitar tiga setengah menit sebelum gol Ferran Torres dianulir karena offside.
Durasi pemeriksaan yang dianggap lebih lama dari biasanya membuat insiden tersebut ikut masuk dalam ringkasan laporan sebagai salah satu momen yang dianalisis lebih lanjut. Namun sekali lagi, masuknya sebuah pertandingan ke kategori "yellow alert" tidak otomatis berarti terjadi kecurangan.
Kategori tersebut hanya menunjukkan adanya beberapa indikator yang dianggap perlu ditinjau lebih mendalam.
Total Taruhan Pecahkan Rekor
Piala Dunia 2026 juga mencatat lonjakan luar biasa dalam industri taruhan olahraga.
Sepanjang turnamen, nilai taruhan global diperkirakan mencapai $240 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Besarnya perputaran uang membuat sistem pemantauan bekerja lebih intensif untuk mendeteksi setiap pola taruhan yang tidak wajar. Secara keseluruhan terdapat 15 pertandingan yang mendapat pemantauan khusus, sementara 12 insiden kontroversial dianalisis lebih lanjut.
Selain dua laga Spanyol, laporan juga menyoroti kartu merah kontroversial pemain Afrika Selatan, Themba Zwane, serta keputusan Komite Disiplin FIFA yang mengizinkan Folarin Balogun tampil lebih cepat setelah hukuman larangan bermainnya diubah.
Meski berbagai temuan tersebut memunculkan banyak spekulasi, hingga kini belum ada satu pun pertandingan yang dinyatakan terbukti dimanipulasi. Itulah mengapa FIFA tetap menutup Piala Dunia 2026 dengan kesimpulan bahwa integritas kompetisi berhasil dijaga.
Meski begitu, laporan ini menjadi pengingat bahwa di era taruhan olahraga yang terus berkembang, setiap pertandingan besar akan selalu berada di bawah pengawasan yang jauh lebih ketat.
Dan selama tidak ada bukti konkret, dua laga Spanyol tetap hanya berstatus pertandingan yang mendapat peringatan, bukan pertandingan yang terbukti diatur.
Komentar