Tidak ada lagi latihan panjang. Tidak ada lagi uji coba. Sekarang saatnya bertarung.
Timnas Indonesia resmi meninggalkan Bali setelah menuntaskan pemusatan latihan selama tiga pekan. Skuad Garuda bertolak ke Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor, tempat misi mereka di Piala AFF 2026 benar-benar dimulai.
Laga pertama langsung menanti. Kamboja akan menjadi lawan perdana Indonesia di Grup A pada Senin (27/7/2026), dan bagi John Herdman, ini bukan sekadar pertandingan pembuka. Ini adalah awal pembuktian bahwa proyek barunya bersama Timnas Indonesia memang berada di jalur yang tepat.
Selama berada di Bali, Herdman mengaku melihat perkembangan yang sangat positif dari para pemainnya. Menurut pelatih asal Inggris tersebut, setiap sesi latihan membawa perubahan yang membuatnya semakin percaya diri menghadapi turnamen.
"Melihat perkembangan para pemain dari hari ke hari tentu menyenangkan. Kami menjalani semuanya selangkah demi selangkah. Saat ini fokus kami adalah memaksimalkan dua hari terakhir sebelum menghadapi Kamboja," ujar Herdman.
Namun, pelatih berusia 51 tahun itu sama sekali tidak ingin anak asuhnya terlalu percaya diri. Di atas kertas Indonesia memang lebih diunggulkan. Tetapi Herdman menegaskan sepak bola Asia Tenggara sudah berubah.
Ia bahkan mengaku telah mempelajari permainan Kamboja secara khusus dan melihat tim berjuluk Angkor Warriors itu sebagai lawan yang tidak boleh diremehkan.
"Kami sudah melihat bagaimana mereka bermain. Mereka adalah tim yang bagus, tangguh, dan memiliki daya juang yang tinggi. Karena itu kami tidak akan menganggap remeh dan akan melakukan yang terbaik agar pemain siap menghadapi pertandingan pertama nanti," ujar John Herdman
Pernyataan itu menunjukkan satu hal yang mulai menjadi ciri khas Herdman: respek kepada lawan, tetapi tanpa rasa takut. Baginya, setiap pertandingan di Piala AFF adalah ujian penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan para pemain lokal Indonesia yang selama ini menjadi fondasi skuad Garuda.
Laga melawan Kamboja juga akan menjadi pertandingan resmi pertama Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Tak heran jika kemenangan menjadi target mutlak. Tiga poin di laga pembuka bisa menjadi modal besar untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi lawan-lawan berat lainnya di Grup A.
Namun, Herdman sadar satu hal: Timnas Indonesia tidak bisa berjuang sendirian. Ia berharap Stadion Pakansari dipenuhi lautan Merah Putih seperti yang pernah ia rasakan saat FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Atmosfer luar biasa dari para pendukung Garuda masih membekas di benaknya, dan ia ingin energi yang sama kembali hadir di Piala AFF.
"Setiap kali kami mendapatkan kehormatan untuk mewakili Indonesia, kami akan memberikan segalanya di atas lapangan. Kami juga ingin suporter tahu betapa berartinya dukungan mereka untuk kami," tegas Herdman.
"Saat bermain di kandang nanti, stadion akan dipenuhi oleh para suporter dan kami bisa merasakan energi yang mereka berikan. Setiap pertandingan akan berjalan sulit dengan tantangannya masing-masing. Karena itu, di setiap pertandingan kami membutuhkan dukungan yang luar biasa dari suporter untuk mendapatkan hasil terbaik."
Kini perjalanan sesungguhnya dimulai. Persiapan sudah selesai, strategi sudah disusun, dan para pemain telah ditempa selama tiga pekan di Bali.
Tinggal satu pertanyaan yang akan segera terjawab di Pakansari:
mampukah Timnas Indonesia membuka Piala AFF 2026 dengan kemenangan dan mengirim pesan kepada seluruh pesaing bahwa Garuda benar-benar siap terbang tinggi?
Komentar