Kisah haru Mohamad Zainuddin kembali ramai dibicarakan setelah ia berhasil bertemu lagi dengan ibu kandungnya usai terpisah selama puluhan tahun. Pria yang kini berusia 39 tahun dan bekerja di perusahaan jasa pengiriman di Bekasi itu akhirnya menemukan kembali rumah masa kecilnya di Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.
Peristiwa hilangnya Zainuddin bermula pada tahun 1993, saat ia masih berusia sekitar 7 tahun dan duduk di kelas 1 SD. Ia mengaku pergi dari rumah pada waktu magrib, berjalan menuju rel kereta api, lalu naik kereta tanpa membawa apa pun. Kereta tersebut membawanya hingga ke Jakarta, tepatnya Stasiun Jakarta Kota, keesokan paginya.
Dalam kondisi masih kecil, takut, dan tidak tahu cara pulang, Zainuddin sempat hidup terlantar hampir satu minggu di Jakarta. Ia kemudian bertemu seseorang dari sebuah yayasan yang menawarinya tempat tinggal dan kesempatan bersekolah. Sejak 1993, ia tinggal di yayasan tersebut selama beberapa tahun sebelum akhirnya berpindah-pindah bersama pengasuh yayasan.
Meski hidupnya terus berjalan, ingatan tentang rumah masa kecilnya tidak pernah benar-benar hilang. Pada sekitar 2018 atau 2019, Zainuddin mulai menggambar denah lingkungan rumahnya berdasarkan ingatan masa kecil. Denah itu kemudian ia cocokkan berkali-kali dengan Google Maps, tetapi pencariannya belum membuahkan hasil.
Titik terang muncul setelah Zainuddin kembali menuliskan kisah hidupnya secara lengkap di media sosial pada 19 Desember 2025. Unggahan itu menarik perhatian warganet yang ikut membantu mencocokkan denah buatannya dengan sejumlah lokasi di Jawa. Salah satu petunjuk dari netizen akhirnya mengarah ke wilayah yang sangat mirip dengan gambar ingatan Zainuddin.
Setelah mendapat petunjuk tersebut, Zainuddin mengambil cuti dan berangkat bersama istri serta anaknya ke Cilacap pada malam 24 Desember 2025. Ia juga mendapat kontak keluarganya melalui bantuan netizen dan sempat melakukan panggilan video dengan sang ibu sebelum benar-benar tiba di rumah masa kecilnya.
Tangis haru pecah ketika Zainuddin akhirnya kembali menginjakkan kaki di kampung halamannya pada 25 Desember 2025. Sang ayah diketahui telah meninggal dunia, sementara ibunya yang kini berusia sekitar 85 tahun masih tinggal di desa dan masih kuat beraktivitas di sawah.
Kisah Zainuddin menjadi pengingat bahwa ingatan masa kecil, doa keluarga, dan kekuatan media sosial bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk menemukan kembali asal-usulnya. Setelah puluhan tahun mencari, denah sederhana yang ia simpan dari ingatan akhirnya membawa Zainuddin pulang ke pelukan ibunya.
Komentar