Bayangkan sebuah rudal ditembakkan dari laut, kemudian terbang sejauh kira-kira Jakarta–Bali pulang-pergi, sebelum menghantam sasaran yang telah ditentukan. Itulah kemampuan yang kembali dipamerkan Rusia melalui sistem rudal jelajah Kalibr dalam latihan Armada Pasifiknya.
Di tengah situasi keamanan global yang masih panas, latihan semacam ini jelas bukan sekadar perkara “tes senjata”. Rusia juga sedang menunjukkan bahwa kekuatan militernya di kawasan Timur Jauh tetap aktif dan siap digunakan.
Gremyashchiy Lepaskan Rudal Kalibr
Dalam rangkaian latihan Armada Pasifik Rusia, korvet Gremyashchiy melakukan peluncuran rudal jelajah Kalibr dari kawasan Teluk Avacha di Kamchatka.
Menurut laporan mengenai latihan tersebut, rudal menempuh jarak sekitar 1.300 kilometer sebelum mencapai target darat di lapangan uji Kura, Kamchatka.
Gremyashchiy sendiri bukan kapal asing dalam latihan tempur Rusia. Korvet modern tersebut memang ditempatkan di Armada Pasifik dan sebelumnya juga telah melakukan latihan penembakan langsung di perairan Kamchatka.
Kalibr Bukan Rudal Sembarangan
Nama Kalibr sudah cukup familiar dalam dunia militer.
Keluarga rudal ini dirancang untuk dapat diluncurkan dari berbagai platform Angkatan Laut Rusia. Sejumlah variannya digunakan untuk menyerang sasaran darat maupun laut dari jarak jauh.
CSIS mencatat varian Kalibr untuk serangan darat memiliki jangkauan yang diperkirakan mencapai sekitar 1.500–2.500 kilometer, tergantung variannya.
Artinya, penerbangan sekitar 1.300 kilometer dalam latihan bukan sekadar soal “bisa terbang jauh”, tetapi juga menguji kemampuan kapal, awak, sistem navigasi, dan rudal untuk menjalankan serangan presisi jarak jauh.
Rusia Terus Perkuat Armada Pasifik
Latihan ini juga menarik karena berlangsung di Timur Jauh Rusia.
Armada Pasifik memiliki posisi strategis karena beroperasi di kawasan yang berdekatan dengan Jepang, Semenanjung Korea, hingga Pasifik Utara. Jepang sendiri mencatat Rusia telah menempatkan kapal-kapal yang dilengkapi Kalibr di Armada Pasifik sejak 2021.
Gremyashchiy juga aktif beroperasi jauh dari wilayah Rusia. Dalam pengerahan sebelumnya, kapal tersebut tercatat melakukan perjalanan ke sejumlah negara Asia, termasuk Vietnam, Thailand, Indonesia, Bangladesh, Sri Lanka, dan Brunei.
Jadi ketika Rusia menembakkan Kalibr sejauh lebih dari seribu kilometer dalam sebuah latihan, pesannya tidak hanya ditujukan kepada prajurit yang sedang berlatih.
Negara-negara lain juga pasti memperhatikan.
Latihan Biasa atau Pesan untuk Dunia?
Secara resmi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan dan kesiapan tempur Armada Pasifik.
Namun dalam dunia geopolitik, latihan militer skala besar hampir selalu memiliki dua fungsi: menguji kemampuan pasukan sendiri sekaligus memperlihatkan kemampuan tersebut kepada pihak lain.
Dan ketika senjata yang diperlihatkan adalah rudal jelajah jarak jauh, demonstrasinya tentu punya bobot berbeda.
Komentar