Seorang pria asal Pakistan ditemukan bersama seorang anak di bawah umur di dekat sebuah hotel pada Hari Valentine. Kejadian ini kembali menyoroti masalah serius perlindungan anak di wilayah tersebut, di mana praktik eksploitasi seksual anak masih menjadi isu mendalam.


Praktik “Bacha Bazi”, yang secara harfiah berarti “bermain dengan anak laki-laki”, merupakan tradisi yang sangat meresahkan di Afghanistan, Pakistan, dan beberapa negara lain di kawasan tersebut. Dalam praktik ini, anak-anak dari keluarga miskin sering kali didandani seperti perempuan, dipaksa menari di hadapan pria dewasa, dan kerap menjadi korban pemerkosaan serta eksploitasi seksual. Meski secara resmi dilarang, praktik ini disebut-sebut masih berlangsung secara sembunyi-sembunyi dan dianggap sebagai bagian dari “tradisi” oleh sebagian kalangan.


Kasus yang terjadi pada Hari Valentine ini memicu kemarahan publik dan menekankan perlunya tindakan tegas dari pemerintah serta komunitas internasional. Child abuse atau pelecehan anak masih menjadi masalah struktural di beberapa negara tersebut, di mana kemiskinan, ketidakadilan sosial, dan norma budaya yang keliru sering kali menjadi faktor pendorong. Aktivis hak anak mendesak agar kasus serupa segera diusut tuntas dan pelaku dijatuhi hukuman berat untuk memberikan efek jera.


Pihak berwenang Pakistan belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini, namun perhatian global terhadap perlindungan anak di wilayah itu semakin meningkat.