beritaterkini88.com,- Ledakan dahsyat menghancurkan sebuah rumah tiga lantai di Kompleks Grand Polonia, Medan, pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Besarnya tekanan ledakan membuat bangunan mengalami kerusakan parah dan sejumlah penghuninya tertimbun reruntuhan. Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh orang menjadi korban, dengan empat orang berhasil selamat dan tiga lainnya meninggal dunia.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, dan unsur terkait langsung melakukan pencarian menggunakan peralatan Urban Search and Rescue, tiga unit ekskavator, serta satu unit crane. Proses evakuasi berlangsung sulit karena akses menuju lantai dua sangat sempit dan kondisi material bangunan masih labil sehingga membahayakan petugas.
Korban pertama ditemukan pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.20 WIB. Korban diketahui bernama Jesika, istri pemilik rumah, dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pencarian kemudian difokuskan pada lantai dua, yang menjadi bagian bangunan dengan kerusakan paling parah.
Korban kedua ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dan dievakuasi dari lantai dua menggunakan kantong jenazah. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 18.00 hingga 18.20 WIB, petugas menemukan korban terakhir bernama Sinta. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan evakuasi resmi dinyatakan selesai pada Selasa petang.
Empat korban selamat terdiri dari seorang balita perempuan berusia dua tahun, seorang pria bernama Hasan, seorang kurir bernama Yuda, serta seorang sopir yang masih dalam proses identifikasi. Sementara tiga korban meninggal dunia adalah Jesika, Ros, dan Sinta. Status Ros dan Sinta sebagai asisten rumah tangga masih dalam proses pendalaman saat informasi tersebut disampaikan.
Hasil pemeriksaan awal Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara menunjukkan bahwa sumber tekanan kuat diduga berasal dari area dapur. Pola kerusakan memperlihatkan tekanan bergerak dari dalam rumah hingga menyebabkan dinding, pintu, kompor, dan berbagai barang terangkat atau roboh.
Di area dapur, petugas menemukan kompor tanam dalam kondisi terangkat. Pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas juga menemukan konsentrasi gas sekitar 10 persen dari batas bawah ledakan atau Lower Explosive Limit. Dalam kondisi tertentu, konsentrasi tersebut dapat memicu ledakan apabila bertemu sumber api atau pemantik. Namun, temuan tersebut masih merupakan hasil pemeriksaan sementara dan penyebab akhir tetap menunggu penyelidikan lanjutan.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi gas rumah tangga, terutama sistem pipa tanam dan perangkat memasak. Polisi masih mendalami asal kebocoran, titik pemantik, serta rangkaian kejadian yang menyebabkan ledakan menghancurkan rumah tersebut.
Komentar