Internet Indonesia memang punya satu kemampuan luar biasa: sepanas apa pun sebuah isu, selalu ada saja yang berhasil dijadikan meme. 😭
Di tengah ramainya pembahasan mengenai dugaan buruknya pelayanan terhadap pasien BPJS, sebuah video justru membuat netizen gagal fokus. Bukan karena ada perdebatan baru, melainkan karena muncul satu “pasien” yang sama sekali tidak diduga.
Seekor anak kucing.
Dengan santainya, si meng terlihat berada di atas ranjang rumah sakit seolah sedang menunggu giliran diperiksa dokter.
“Pasiennya Belum Dapat Ruangan Proper, Dok!”
Video tersebut dibagikan menggunakan narasi satire yang mengikuti isu pelayanan pasien BPJS yang sedang ramai diperbincangkan.
Si kucing bercanda disebut ikut menjadi “korban penelantaran”, bahkan belum mendapatkan ruangan yang proper.
Tenang dulu.
Narasi tersebut bukan laporan bahwa ada pasien sungguhan yang ditelantarkan. Unggahan ini merupakan candaan yang memanfaatkan momentum isu BPJS yang tengah viral.
Tapi kalau melihat ekspresi si kucing yang begitu pasrah, netizen memang susah untuk tidak ikut bermain.
Mukanya seperti sudah daftar dari pagi, nomor antrean belum dipanggil sampai dokter ganti shift. 😭
Isu Serius, Netizen Tetap Punya Cara Bercanda
Kemunculan video ini menjadi contoh bagaimana netizen Indonesia sering mengubah isu yang sedang ramai menjadi konten satire.
Meski begitu, konteksnya tetap penting. Persoalan mengenai kualitas pelayanan kesehatan dan perlakuan terhadap pasien BPJS merupakan isu serius yang menyangkut keselamatan serta kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Sementara si meng?
Dia cuma kebetulan berada di tempat dan waktu yang sangat tepat untuk menjadi meme. Pas baru makan siang, kita semua juga merasakan yang sama.
Sekarang Pertanyaannya: Diagnosanya Apa?
Kalau melihat wajahnya, sepertinya penyakitnya cukup berat.
Kemungkinan besar kekurangan Churu stadium akhir atau sindrom tidak dielus selama 15 menit.
Tapi satu hal yang pasti, pasien satu ini sukses mendapatkan perhatian netizen tanpa perlu mengambil nomor antrean.
Komentar