JAKARTA – Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta atau Gedung Dinas Teknis Abdul Muis di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Api membakar sejumlah lantai bagian atas gedung dan membuat puluhan armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.


Informasi mengenai kebakaran diterima melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112 sekitar pukul 21.30 WIB. Unit pemadam pertama tiba sekitar pukul 21.40 WIB dan operasi pemadaman dimulai sekitar satu menit kemudian. Seiring besarnya kebakaran, kekuatan personel dan armada terus ditambah.


Dalam penanganan maksimal, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan hingga 40 unit armada dan sekitar 200 personel. Polda Metro Jaya juga menyiagakan 125 personel, sementara Kodim 0501/Jakarta Pusat mengerahkan 50 personel untuk membantu pengamanan di sekitar lokasi.


Api Diduga Berawal dari Lantai 11


Berdasarkan informasi awal Gulkarmat Jakarta Pusat, titik api diketahui berasal dari lantai 11. Lantai tersebut disebut sedang dalam proses renovasi ketika kebakaran terjadi. Api kemudian berdampak hingga bagian gedung di lantai 11 sampai lantai 16.


Meski demikian, dugaan titik awal kebakaran belum dapat langsung digunakan untuk menentukan penyebab insiden. Perwira Piket Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan, mengatakan penyebab pasti kebakaran masih harus menunggu hasil penyelidikan oleh Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor.


Besarnya api sempat terlihat dari luar gedung pada Jumat malam. Asap hitam membubung dari bagian bangunan, sementara sejumlah puing dilaporkan berjatuhan. Sebagian sisi bangunan yang terbakar bahkan terlihat menghitam dan menyisakan kerangka akibat kobaran api.


Satu Pekerja Dievakuasi, Tidak Ada Korban Jiwa


Di tengah proses pemadaman, petugas berhasil mengevakuasi satu pekerja yang berada di lantai 15 gedung. Korban selamat kemudian dibawa ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis.


Gulkarmat memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Hingga Sabtu pagi, korban yang menjalani perawatan tercatat hanya satu orang dan tidak terdapat laporan penambahan korban.


Petugas berhasil melokalisasi perambatan api sekitar pukul 01.30 WIB pada Sabtu dini hari. Proses kemudian memasuki tahap pendinginan mulai sekitar pukul 01.53 WIB untuk memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran. Seluruh operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 12.05 WIB, dengan status penanganan dinyatakan hijau.


Data Pajak dan Aset DKI Dipastikan Aman


Kebakaran di gedung yang menjadi tempat kerja sejumlah instansi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan data perpajakan masyarakat.


Pemprov DKI Jakarta memastikan data perpajakan tetap aman karena telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server serta pusat data di lokasi terpisah. Kondisi serupa berlaku terhadap data aset daerah yang dikelola Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).


Gedung tersebut diketahui digunakan oleh sekitar 1.000 aparatur sipil negara dari sejumlah perangkat daerah, termasuk Bapenda, BPAD, BPSDM, Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, hingga Dekranasda.


Pemprov DKI kemudian menyiapkan skema kerja sementara bagi pegawai terdampak. Sejumlah ASN dapat bekerja dari rumah secara bergantian, menggunakan kantor suku dinas di wilayah kota, maupun bekerja dari gedung lain milik Pemprov DKI Jakarta.


Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki


Meski api telah berhasil dipadamkan, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih menjadi tahap penting selanjutnya. Informasi awal menunjukkan api berasal dari lantai 11 yang sedang direnovasi, tetapi aparat belum menyimpulkan faktor yang memicu munculnya api.


Pihak berwenang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber kebakaran sekaligus memastikan kondisi gedung setelah enam lantai bagian atas terdampak. Sementara itu, Pemprov DKI menyatakan pelayanan kepada masyarakat akan diupayakan tetap berjalan meskipun aktivitas perkantoran di Gedung Dinas Teknis Abdul Muis harus disesuaikan.


Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar baik dari insiden tersebut. Namun, kebakaran besar pada bangunan pemerintahan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan sistem keselamatan, instalasi kelistrikan, serta prosedur keamanan terutama pada gedung yang sedang menjalani pekerjaan renovasi.


Bagaimana menurut Anda, apakah evaluasi sistem keselamatan kebakaran di gedung-gedung pemerintahan perlu dilakukan secara menyeluruh setelah kejadian ini?