beritaterkini88.com,– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk mewaspadai peningkatan potensi hujan pada Sabtu (25/7/2026). Meski sebagian besar wilayah Tanah Air tengah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal.


Dalam prakiraan periode 24–27 Juli 2026, BMKG mencatat sedikitnya 10 wilayah berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang. Pada kondisi tertentu, hujan dapat berkembang menjadi lebih deras serta disertai kilat, petir, dan angin kencang.


Daftar 10 Wilayah yang Perlu Waspada


Berikut wilayah yang diprakirakan mengalami peningkatan potensi hujan:


1. Aceh

2. Sumatra Barat

3. Riau

4. Kepulauan Riau

5. Bengkulu

6. Kalimantan Barat

7. Kalimantan Utara

8. Sulawesi Tengah

9. Papua Pegunungan

10. Papua


Secara umum, cuaca di Indonesia pada periode tersebut diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat di wilayah yang masuk dalam daftar diminta tetap mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat berlangsung dalam waktu relatif singkat.


Hujan Masih Terjadi di Tengah Musim Kemarau


BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau semakin meluas di berbagai daerah. Berdasarkan analisis Dasarian II Juli 2026, sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.


Hari tanpa hujan juga semakin panjang, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Meski demikian, hujan lebat masih sempat tercatat di Sumatra Selatan sebesar 79 milimeter per hari, Aceh 75 milimeter, Sumatra Barat 69 milimeter, Sulawesi Utara 56 milimeter, dan Kepulauan Riau 55 milimeter per hari.


Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa musim kemarau tidak selalu berarti hujan berhenti sepenuhnya. Hujan dengan intensitas cukup tinggi masih dapat terjadi secara lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer.


Dinamika Atmosfer Picu Pertumbuhan Awan Hujan


Peluang hujan dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO yang bergerak memasuki Indonesia bagian barat. Gelombang Rossby Ekuatorial juga terpantau melintasi sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.


Selain itu, keberadaan sistem siklonik di sekitar Samudra Pasifik sebelah utara Maluku Utara dapat menarik aliran massa udara dari wilayah barat menuju timur Indonesia. Pertemuan dan perlambatan angin tersebut mendukung penumpukan uap air serta pembentukan awan hujan.


BMKG memperkirakan kondisi relatif kering tetap mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, interaksi berbagai gangguan atmosfer membuat hujan ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi, terutama di daerah yang berada di sekitar jalur gelombang atmosfer dan konvergensi angin.


Warga Diminta Waspadai Dampak Cuaca Buruk


Masyarakat diimbau mewaspadai kemungkinan munculnya genangan, banjir lokal, sambaran petir, pohon tumbang, dan gangguan perjalanan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.


Pengguna jalan disarankan mengurangi kecepatan saat hujan deras serta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang kondisinya rapuh. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor juga perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan di sekitarnya.


BMKG mengingatkan prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat perlu memantau pembaruan informasi dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.